Selasa, 24 Februari 2009

Renungan Warta Jemaat 08/09

AWAS...Luntur Kasihmu
( Wahyu 2 : 1 -7 )

Sepasang suami istri terlihat sedang bertengkar dengan hebat, sampai-sampai bukan hanya mulut yang berbicara, namun juga terdengar gebrakan meja yang ada didepan mereka. Sang istri dengan sura lantang berkata : " pokoknya aku minta cerai...aku sudah tidak tahan lagi hidup bersamamu. Kamu yang sekarang ternyata sudah berbeda dengan kamu yang aku kenal 5 tahun yang lalu".
Lanjut sang istri : " kamu yang dulunya begitu perhatian, sekarang seakan tidak ada lagi waktu untukku; kamu yang begitu hangat sekarang begitu dingin ".

Dengan suara yang tidak kalah lantang, sang suami menjawab : " kamu sendiri yang sudah berubah !!! Kamu itu dulu begitu lembut, sekarang sudah tidak lagi kujumpai kelembutanmu; kamu dulunya adalah seorang wanita yang penuh dengan kasih, sekarang ternyata baru kelihatan sifat aslimu ".

Sepenggal percakapan diatas menunjukkan bahwa memang manusia pada dasarnya bisa berubah, bukan saja kearah yang baik tetapi juga kearah yang buruk. Pada mulanya begitu sabar, tidak suka marah, sangat murah hati dan tidak pencemburu, tapi kini...semua telah berubah.

Menjaga konsistensi kebaikan - termasuk didalamnya kasih - yang ada pada diri kita sangatlah perlu, walaupun itu tidaklah mudah. Dalam firmanNya, Tuhan mengatakan kepada jemaat yang ada di Efesus : " Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula " ( ay.4 )
Walau jemaat Efesus adalah jemaat yang tidak kenal lelah dan tekun, tetap sabar dan menderita karena nama Tuhan; namun Tuhan tetap mencela mereka karena mereka telah bergeser dari kasih yang semula.
Bahkan kemudian Tuhan katakan : " Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan " ( ay.5 ).

Betapa pentingnya menjaga kasih yang telah ada. Hati-hatilah karena ditengah berbagai problema hidup yang ada, kasih itu bisa " luntur " ditelan waktu.

AWAS...Luntur Kasihmu...

( Pdt.Didik Hartono, S.Ag - Gembala Jemaat GKMI Pati Cabang Winong )


Bacaan FT : Wahyu 2 : 1-7
2:1. "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
2:6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar